MOTIVASI BISNIS DAN STRATEGI ADAPTASI KOMUNITAS MADURA DALAM FENOMENA WARUNG KELONTONG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Main Article Content
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis motivasi bisnis orang asal Madura yang mendirikan usaha warung kelontong di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ini khazanah kajian terhadap kewirausahaan orang Madura didominasi analisis yang mendeskripsikan perilaku bisnis melalui narasi etos kerja dan karakter budaya yang bersifat esensialistik. Dominasi pendekatan tersebut akan dikritisi dalam penelitian ini dengan menggunakan perspektif kewirausahaan etnis dan konsep ekonomi tertanam (embedded economy). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa orang Madura dalam berbisnis tidak hanya dimotivasi oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar yang melekat dalam identitas, kultur, dan sistem sosialnya, seperti harga diri, tanggung jawab keluarga, pengalaman migrasi, serta jaringan sosial sesama perantau. Fenomena kehadiran usaha warung kelontong Madura di tengah determinasi waralaba modern maupun masyarakat lokal Yogyakarta bermakna sebagai strategi bisnis, kemampuan adaptasi ekonomi, namun juga sekaligus menjadi arena reproduksi identitas dan solidaritas sosial. Temuan penelitian ini memberi kontribusi pengkayaan khazanah kajian manajemen sumber daya manusia untuk konteks UMKM dengan memperkenalkan konsep embedded motivation sebagai pendekatan konseptual dalam memahami manajemen SDM yang bergerak dalam ranah kewirausahaan etnis.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal SOLUSI memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya, sesuai dengan lisensi creative commons yang digunakan.
References
Baum, J. R., Locke, E. A., & Smith, K. G. (2001). A multidimensional model of venture
growth. Academy of Management Journal, 44(2), 292–303.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five
Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage.
Granovetter, M. (1985). Economic action and social structure: The problem of
embeddedness. American Journal of Sociology, 91(3), 481–510.
Herzberg, F. (1959). The Motivation to Work. Wiley.
Hisrich, R. D., Peters, M. P., & Shepherd, D. A. (2017). Entrepreneurship (10th ed.).
McGraw-Hill Education.
Karim, L. (2011). Microfinance and its discontents: Women in debt in Bangladesh.
University of Minnesota Press.
Kusuma, A. (2010). Etika budaya kewirausahaan di komunitas lokal. Jurnal Sosiologi
Ekonomi.
Levie, J., & Autio, E. (2008). A theoretical grounding and test of the GEM model. Small
Business Economics, 31(3), 235–263.
Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370
Rahayu, A., & Karyanta, G. (2015). Motivasi dan kinerja UMKM di Yogyakarta. Jurnal
Manajemen & Kewirausahaan.
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of
intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist,
(1), 68–78.
Sardjono, A. (2002). Identitas budaya dan praktik ekonomi komunitas Madura. Jurnal
Antropologi Indonesia.
Schumpeter, J. A. (1934). The Theory of Economic Development. Harvard University
Press.
Suryana. (2003). Kewirausahaan: Pedoman Praktis. Salemba Empat.
Tambunan, T. (2008). Kinerja UMKM dalam Perekonomian Indonesia. LIPI Press.